Site Loader
Get a Quote
Rock Street, San Francisco

NAMA : NURY KAMELIA
NIM : F1071171032
KELAS : II-A PENDIDIKAN BIOLOGI FKIP UNTAN

DAMPAK PERUBAHAN IKLIM TERHADAP SEKTOR PERIKANAN DI DESA SUNGAI KAKAP KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Pemanasan global merupakan suatu proses peningkatan temperatur bumi. Salah satu dampak dari pemanasan global adalah perubahan iklim di berbagai belahan bumi. Perubahan iklim dapat memengaruhi berbagai sektor kehidupan, salah satunya adalah sektor kelautan. Di sektor kelautan, perubahan iklim dapat menyebabkan kenaikan suhu permukaan air laut, peningkatan dan cuaca ekstrem, perubahan pola curah hujan dan limpasan air tawar yang dipicu oleh fenomena El-Nino dan La-Nina, serta perubahan pola sirkulasi air laut yang mengakibatkan menurunnya produksi primer di laut.
Penurunan produksi primer laut akan berpengaruh terhadap produktivitas biota-biota laut pada rantai makanan di atasnya. Ketidakseimbangan salah satu komponen rantai makanan akan berdampak pada ketidakseimbangan ekosistem. Ketidakseimbangan ekosistem ini akan berdampak pada penurunan produksi perikanan, khususnya hasil tangkap perikanan.
Kecamatan Sungai Kakap merupakan salah satu kecamatan yang terdapat di Kabupaten Kubu Raya. Kecamatan Sungai Kakap terbagi atas beberapa gugus pulau. Beberapa pulau berbatasan langsung dengan Laut Natuna. Karena kondisi alam seperti itulah menjadikan Kecamatan Sungai Kakap sebagai bagian pesisir, seperti Tanjung Saleh, Sungai Itik, Jeruju Besar yang memiliki potensi perikanan. Perairan di sekitar wilayah Sungai Kakap dikenal sebagai wilayah penghasil ikan yang melimpah pada kabupaten Kubu Raya dan Kota Pontianak. Tidak heran jika kita banyak melihat nelayan maupun masyarakat yang sekedar memancing di wilayah perairan Sungai Kakap ini. Hasil laut tersebut dapat dijual kepada masyarakat langsung di sekitar dermaga nelayan ataupun dapat dijual di pasar ikan. Tanjung Saleh atau muara sungai kakap merupakan tempat favorit para nelayan untuk menangkap ikan. Namun, dikarenakan adanya perubahan iklim yang terjadi dalam kurun waktu saat ini memengaruhi potensi perikanan Kecamatan Sungai Kakap, yang merupakan kawasan terpenting dalam pemanfaatan hasil perikanan yang ada di Kabupaten Kubu Raya dan Kota Pontianak.

Gambar. Muara Sungai Kakap atau Tanjung Saleh Kecamatan Sungai Kakap. (www.kompasiana.com)
Menurut data yang diperoleh dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kubu Raya, dalam kurun waktu empat tahun (2009-2012) volume produksi nelayan di Sungai Kakap cenderung mengalami penurunan. Pada tahun 2009 hasil tangkapan nelayan mencapai 4.915,40 ton, dan pada tahun 2010 mengalami penurunan sebesar 20% menjadi 3.907,6 ton. Volume produksi nelayan terus mengalami penurunan, di tahun 2011 turun sebanyak 10,3% menjadi 3.505,9 ton, dan di tahun 2012 volume produksi nelayan turun drastis sebanyak 54,4% menjadi 1.598,7 ton. Secara khusus, dampak dari perubahan iklim dapat dilihat dari penurunan volume produksi ikan oleh nelayan di Sungai Kakap tahun 2009-2012.

Tahun Kondisi Iklim
Curah Hujan
(mm) Kecepatan Angin (knots) Tinggi Gelombang (m) Produksi Ikan (ton)
2009 2782 5,30 0,57 4.915,40
2010 3133 3,83 0,38 3.907,60
2011 2515 5,06 0,59 3.505,90
2012 2405 5,03 0,54 1.598,70
Tabel. Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kubu Raya pada tahun 2009-2012. (www.tribunpontianak.co.id)
Dari tabel kita dapat melihat bahwa intensitas curah hujan di Sungai Kakap tergolong cukup tinggi, meskipun tidak selalu konstan tiap tahunnya. Kecepatan angin pada tiap tahun juga berkisar antara 3-5 knots. Tinggi gelombang di perairan Sungai Kakap juga masih dalam keadaan normal, yakni bekisar antara 0,5 m. Namun dari hasil tabel juga dapat dilihat bahwa produksi ikan yang terjadi pada kurun wakti 2009-2012 mengalami penurunan tiap tahunnya. Penurunan drastis terjadi pada tahun 2012, dimana produksi ikan menurun menjadi 1.598,70 ton yang mana pada tahun sebelumnya produksi ikan adalah 3.505,70 ton. Penurunan produksi ikan ini merupakan dampak dari tingginya intensitas curah hujan yang terjadi di sekitar wilayah perairan Sungai Kakap. Curah hujan (presipitasi) yang tinggi di perairan Kakap mengakibatkan menurunnya kadar salinitas air di kawasan pesisir Kakap. Selain itu, sungai Kakap yang bermuara di kawasan pesisir Kakap juga memberi dampak terhadap tingkat salinitas air akibat limpasan air tawar yang tinggi dari sungai ketika terjadi hujan, hal tersebut berdampak kepada orientasi migrasi dan distribusi ikan di kawasan perairan tersebut, sehingga hasil tangkapan nelayan pun ikut berkurang. Secara tidak langsung, perubahan iklim yang ditandai dengan curah hujan ekstrem memberi dampak kepada nelayan Sungai Kakap yaitu berkurangnya hasil tangkapan dalam kurun waktu 2009-2012.

Post Author: admin

x

Hi!
I'm Victoria

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out